
Dari Alor ke Komodo National Park — Raksasa dari Kedalaman Yacht Charter
Durasi
10 Days & 9 Nights
Wilayah
East Nusa Tenggara & Komodo
Keberangkatan
Alor
Cocok Untuk
Pencinta paus, Peminat ilmu kelautan
Tentang Itinerary Ini
Mulai dari Alor yang terpencil hingga kerajaan legendaris Komodo, pelayaran ini menapaki salah satu jalur migrasi terbesar di alam. Perjalanan ini mengikuti jejak paus dan lumba-lumba melintasi dunia yang dibentuk oleh api dan laut, di mana puncak-puncak vulkanik menjulang di atas taman karang, dan desa-desa tua menjaga tradisi sedalam samudra.
Mulailah di Alor, tanah gunung api yang menjulang dan terumbu yang berlimpah, tempat cetacea migran melintas di selat-selat sempit Pantar dan Lembata. Jelajahi desa-desa nelayan tradisional dan temukan seni para penenun ikat sebelum melanjutkan ke barat menuju Flores. Saat Mutiara Laut melintasi laguna-laguna tenang Riung dan memasuki perairan mitis Komodo National Park, jumpai manta, komodo, dan keelokan liar yang membentuk jantung Indonesia.
Ini adalah rencana perjalanan contoh. Rute dapat diubah sesuai cuaca dan kondisi laut.

Olive Andrews
Marine Ecologist
Academic at the University of Auckland's Institute of Marine Science where she teaches ocean governance in the post graduate Master of Marine Conservation. A marine scientist with 20 years' experience in marine programme management, Olive is an ocean policy advisor to governments, NGOs and industry on the design and implementation of large scale marine protected areas and the science and management of migratory marine species.
Contoh Itinerary
Setiap detail dapat disesuaikan dengan preferensi Anda — ini adalah charter pribadi Anda.
Kedatangan di Alor
Setibanya di Alor, Anda akan disambut hangat oleh awak Mutiara Laut. Setelah beristirahat di kabin dan menikmati penyegar di geladak, kami berlayar menuju Alor Kecil untuk penyelaman pengecekan pertama—pengantar lembut ke dunia bawah laut kawasan yang masih perawan. Di bawah permukaan, taman karang yang subur dan kaleidoskop kehidupan laut memberi gambaran awal akan petualangan yang menanti. Menjelang senja, bersantai di geladak ditemani semilir angin saat cahaya meredup di balik siluet vulkanik Alor.
Pulau Tera — Observasi Paus
Pagi ini, kami berlayar menuju Tera Island untuk penyelaman yang berkilau di antara terumbu yang hidup dan kaya hayati. Selanjutnya, menepi di Reta Island, desa penenun nan memesona di mana tekstil rumit masih dikerjakan dengan tangan—diwarnai secara alami dan ditenun pada alat tradisional. Sore hari, kami menjelajah bagian selatan Selat Pantar, dekat Treweng Island, untuk mengamati beragam spesies cetacea yang bermigrasi. Olive akan melakukan perekaman ilmiah dengan peralatan khusus, memberi para tamu kesempatan langka menyaksikan riset kelautan berlangsung secara langsung.
Desa Beang — Observasi Paus
Hari ini, kami menjelajah pesisir selatan Pantar Island, tempat desa nelayan kecil Beang bernaung di antara laut dan gunung api. Kami mendarat untuk menyapa penduduk setempat dan memohon izin melakukan pendakian menuju Gunung Sirung demi panorama laut yang membentang. Sore hari, kami kembali berfokus pada observasi paus di sepanjang drop-off samudra dekat pesisir selatan Pantar. Jika cuaca memungkinkan, kami akan berlabuh di dekatnya untuk malam yang tenang di bawah bintang-bintang.
Pulau Rusa & Kangge Islands
Pagi ini, kami berlayar ke pesisir barat Pantar, tempat tiga gugus pulau—Rusa, Kangge, dan para tetangganya—mengundang untuk dieksplorasi. Temukan pantai-pantai pasir putih halus yang terjaga, terumbu yang berdenyut kehidupan untuk menyelam dan snorkeling, atau kunjungi salah satu komunitas nelayan kecil yang bertebaran di pesisir. Sore hari kembali didedikasikan untuk observasi paus di sepanjang drop-off samudra. Tergantung kondisi cuaca, Mutiara Laut akan menurunkan jangkar di dekat sini untuk bermalam.
Desa Lamalera — Observasi Paus
Jika cuaca memungkinkan, kami akan mendekati desa tradisional Lamalera, salah satu komunitas terakhir di Indonesia yang masih diizinkan berburu paus untuk kebutuhan subsisten dengan metode leluhur yang diwariskan turun-temurun. Sore hari, kami melanjutkan observasi paus di sepanjang pesisir selatan Lembata Island sebelum Mutiara Laut berlayar ke utara melintasi Selat Lembata.
Ile Ape Bay & Watu Peni Islands
Menyelam dan snorkeling di perairan jernih Ile Ape Bay, tempat terumbu warna-warni tumbuh subur di kaki gunung berapi yang megah. Kemudian, kunjungi Jontona Village yang bernaung di lerengnya untuk merasakan kehangatan dan tradisi budaya pesisir Alor. Menjelang sore, kami berlayar menuju Watu Peni Island untuk bersantai dengan penataan pantai sederhana atau barbeku di bawah bintang—penutup yang tenang bagi hari penjelajahan yang baru.
Pangabatang Island & Maumere
Kami memulai hari dengan menjelajahi keajaiban bawah laut Pangabatang Island—impian para penyelam. Terumbunya kaya kehidupan, dari gerombolan anthias hingga formasi karang yang lembut. Menjelang tengah hari, Mutiara Laut berlayar menuju Maumere, tempat kami akan mengunjungi desa Watublapi. Di sini, para perajin setempat membuat tekstil ikat yang menawan pada alat tenun tradisional dengan pewarna alami; setiap motif menuturkan kisah warisan budaya Flores. Menjelang malam, kami berlayar menuju kepulauan Riung.
Riung Islands (Pulau Tujuhbelas)
Hari ini, kami tiba di Riung Islands, yang secara lokal dikenal sebagai Pulau Tujuhbelas—'Tujuh Belas Pulau'—sebuah konstelasi pulau-pulau kecil yang bertabur di atas perairan toska. Menyelam, snorkeling, atau mengayuh melintasi laguna-laguna tenang yang kaya kehidupan laut. Saat cahaya menghangat lembut, berkumpul untuk barbeku santai di pantai, ditemani desau samudra dan semilir angin senja.
Rinca, Mawan & Kalong
Pagi ini, Mutiara Laut memasuki perairan legendaris Komodo National Park. Kami mendarat di pulau Rinca untuk bertemu Komodo yang tersohor di habitat alaminya—sebuah jendela langka ke dunia prasejarah. Selanjutnya berlayar ke Mawan, salah satu lokasi menyelam dan snorkeling paling ikonis di taman, tempat pari manta kerap melayang anggun di atas taman karang berwarna. Menjelang senja, kami berlabuh dekat Kalong Island untuk menyaksikan ribuan kelelawar buah membubung di langit petang—sebuah suguhan alam yang memukau.
Labuan Bajo
Usai sarapan di atas kapal, ucapkan perpisahan kepada awak Mutiara Laut sebelum transfer ke bandara. Saat cakrawala perlahan memudar, bawa pulang kenangan akan sebuah perjalanan ketika waktu melambat, alam menyingkap keajaibannya, dan laut membisikkan kisah-kisah tanpa waktu.
Sukai Itinerari Ini?
Ini hanyalah titik awal — kami akan menyesuaikan setiap detail untuk rombongan Anda. Tim kami akan merespons dalam waktu 10 menit.
Sekilas Apa yang Menanti
Lanskap ikonik dan momen tak terlupakan dari wilayah ini.








Yang Termasuk
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jelajahi Destinasi
Komodo
Dragons, Volcanoes & Coral Gardens
Sail among volcanic islands, encounter ancient Komodo dragons, and dive pristine coral gardens in one of the world's most dramatic seascapes.
Flores
Volcanic Wonders & Cultural Heritage
Sail the coast of Flores — from the tri-colored crater lakes of Kelimutu to traditional villages and the gateway to Komodo National Park.
Siap Merencanakan Pelayaran Anda?
Itinerari ini hanyalah sebuah titik awal. Hubungi spesialis charter kami untuk menyusun pelayaran impian Anda yang paling personal.
Contoh Rute untuk East Nusa Tenggara & Komodo
Yacht Pribadi Pilihan
Artikel Terkait

Oct 1, 2025 · 3 min read
Musim menyelam di Raja Ampat: periode terbaik untuk laut tenang dan visibilitas optimal
Bagi penyelam, mengatur sewa yacht di Raja Ampat tidak hanya soal memilih yacht yang tepat. Waktu perjalanan dapat menjadi pembeda antara visibilitas sempurna dan laut bergelombang.

Nov 15, 2025 · 8 min read
Cara mencarter yacht pribadi di Raja Ampat: rute, izin, dan biaya dijelaskan
Charter yacht pribadi di Raja Ampat tunduk pada kendala yang berbeda dari sebagian besar destinasi yachting di dunia. Artikel ini menjelaskan cara kerjanya dalam praktik.

Oct 15, 2025 · 7 min read
Yacht mewah terbaik untuk charter di Indonesia
Indonesia memiliki salah satu armada yacht mewah untuk charter yang paling beragam di dunia. Panduan ini mengulas apa yang mendefinisikan yacht mewah terbaik untuk charter di Indonesia.
Jelajahi Destinasi Lain

Komodo
Dragons, Volcanoes & Coral Gardens
April to November offers calm seas and ideal diving conditions. March to June is peak manta season. The dry season (May–September) provides the clearest skies.

Raja Ampat
The Last Paradise on Earth
October to April is peak season with calm seas and best visibility. Manta season runs October to April. May–September can be rougher but offers fewer crowds.

Spice Islands
Where History Meets Untouched Nature
September to November and March to May offer the calmest conditions. Visibility peaks during these shoulder seasons.



