Sebagian besar charter yacht mewah di Indonesia digambarkan sebagai all-inclusive. Dan pada dasarnya memang demikian — mencakup akomodasi, santapan, kru, dan olahraga air dasar. Namun, beberapa biaya berada di luar tarif charter standar; memahaminya sejak awal akan menghindarkan kejutan.
1. Bahan bakar dan biaya pelayaran
Bahan bakar umumnya ditagihkan terpisah berdasarkan konsumsi aktual. Rute yang lebih panjang atau jalur yang memerlukan reposisi signifikan — seperti charter ke Raja Ampat dari Sorong — akan menimbulkan biaya bahan bakar lebih tinggi dibandingkan perjalanan yang lebih ringkas di Komodo.
2. Alkohol premium
Meski bir dan house wine dapat termasuk di beberapa yacht, spirit premium, sampanye, dan wine unggulan umumnya dibebankan pada harga pokok atau dengan sedikit penambahan. Diskusikan dengan Navélia sebelum keberangkatan untuk menyiapkan terlebih dahulu favorit Anda.
3. Biaya masuk taman nasional
Komodo National Park dan Raja Ampat Marine Park menerapkan biaya masuk per orang. Ini merupakan retribusi konservasi yang ditetapkan pemerintah, disalurkan langsung untuk perlindungan lingkungan laut. Navélia mengelola logistiknya, namun biayanya dibebankan kembali kepada para tamu.
4. Tip untuk kru
Pemberian tip lazim dalam charter yacht di Indonesia, umumnya antara 5–10% dari tarif charter. Tip dibagi di seluruh kru dan mencerminkan kualitas layanan personal sepanjang perjalanan.
5. Transfer bandara dan penerbangan
Penerbangan domestik ke pelabuhan embarkasi seperti Labuan Bajo atau Sorong, serta transfer bandara–marina, diatur secara terpisah. Navélia mengoordinasikan seluruh logistik, namun biaya ini ditambahkan di atas tarif charter.
Untuk transparansi penuh mengenai harga, hubungi spesialis charter kami untuk rincian biaya terperinci yang disesuaikan dengan yacht pilihan Anda dan rencana perjalanan Anda.








